Warga Kelurahan Limbung – Tubajeng Keluhkan Distribusi Bansos
GOWA – Penggiringan warga masyarakat terdampak covid 19 dan tidak mematuhi pembatasan sosial berskala besar (PSBB)bukan tanpa alasan. Tetapi kondisi tersebut terjadi akibat keteledoran Lurah dan stafnya di kelurahan Limbung dan Tubajeng.
Warga yang diarahkan mengambil bantuan sosial (Bansos) di Desa Tangke Bajeng di wilayah Kecamatqn Bajeng ini terpaksa melabrak aturan PSBB. Bagaimana tidak, yang berkompeten memberikan bantuan tidak ada yang muncul hingga warga berkerumun tanpa alat pelindung (ADP).
Informasi menyebutkan, kedatangan warga kedua Kelurahan Limbung dan Tubajeng yang masih satu wilayah kecamatan dengan Desa Tangke Bajeng cukup memprihatinkan.
enirit warga, Sakinah Dg Tanning dan Amiruddin, keberadaannya sudah satu jam lebih menunggu tanpa petugas yang mau melayani. Kata dia, yang menyuruh datang ditempat ini adalah Kepala Lingkungan Kanarea, Massuanna Dg Jarung.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Mansyur Naro dan Syamsuddin Dg Ngewa. “Kami capek menanti aparat kelurahan maupun camat yang tak kunjung muncul,” keluhnya.
Padahal kata warga, kedatangannya cukup menguras biaya dan tidak jelas hasilnya. “Pak Desa adaji dirumahnya,” kata staf di kantor desa Tangke Bajeng. (Yusuf,/Omank)
