3 Hari Terseret Air, Penambang Pasir Ditemukan Tewas

Setelah tiga hari hilang terseret arus di sungai Krueng Mereubo, desa Psie Pinang, kecamaatan Meureubo, Aceh Barat, Marhaban (25) penambang pasir asal Kuta Fajar, Kabupaten Aceh Selatan, akhirnya ditemukan meninggal dalam kondisi terapung tak jauh dari lokasi kejadian. Korban ditemukan warga sekitar pukul 15.30.00 WIB. Saat ditemukan, jasad korban mengapung sekitar 100 meter dari lokasi kejadian awal.1858369-20161122-k79-13-setelah-tiga-hari-hanyut-terseret-arus-penambang-pasir-ditemukan-tak-bernyawa-780x390

Menurut warga, Fahmi, jasad pemuda penambang pasir asal kuta Fajar itu awalnya ditemukan Kadir, salah seorang warga desa yang ikut memantau proses pencarian. Kemudian penemuan itu langsung diberitahukan kepada tim pencarian untuk dilakukan evakuasi.

Kismar, salah satu anggota tim pencarian dari BPBD Aceh Barat mengatakan, setelah terima informasi ada warga yang terseret arus sungai, pihaknya bersama SAR, TNI dan warga langsung melakukan pencarian selama tiga hari.

Tim menyisir aliran Sungai Krueng Meureubo mulai dari lokasi kejadian hingga ke muara sungai. Namun jasad korban tak ditemukan. Bahkan, sebagian warga juga telah melakukan pencarian di lokasi korban mengapung dengan cara menyelam ke dasar sungai. “Memang penemuan jasad korban di luar dari prediksi awal kita, karena di lokasi mengapung itu sudah berulang kali kita lakukan pencarian selama tiga hari ini. Tapi tadi jasad korban tiba-tiba muncul dan mengapung sekitar 100 meter dari lokasi kejadian,” katanya.

Jasad Marhaban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien, Meulaboh, untuk dilakukan otopsi. Selanjutnya jenazah akan diantar dengan menggunakan ambulans ke rumah duka di Kota Fajar, Kabupaten Aceh Selatan, untuk dimakamkan di kampung halaman orang tuanya.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, aliran Sungai Krueng Meurebo di Desa Pasie Pinang itu beberapa tahun terakhir ini kerap menelan korban jiwa. Tahun lalu, dua pria asal Kota Langsa juga ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus Sungai Krueng Meureubo Aceh Barat. “Sungai ini sudah sering makan korban, tapi yang anehnya korban belakangan ini diketahui pendatang semua,” kata Usman, salah satu penambang pasir kepada Kompas.com. (*/R)