88 Warga Sipil Suriah Tewas akibat Serangan Udara Turki

Organisasi Pemantau HAM Suriah (SOHR) pada Jumat (23/12/2016) melaporkan, serangkaian serangan udara Turki di Suriah utara telah menewaskan 88 warga sipil, termasuk 24 anak.

Serangan itu terjadi sejak Kamis (22/12/2016) pagi, sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat ini.

SOHR merincikan, 72 warga sipil tewas akibat serangan udara Turki yang terjadi pada Kamis, dan 16 orang lagi tewas akibat serangan udara pada Jumat ini.

Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov mengatakan dia mengharapkan perundingan damai yang baru bagi Suriah dengan dukungan Moskwa, Ankara, dan Teheran akan berlangsung pada pertengahan Januari 2017 di Kazakhstan.

Menurut Gatilov, dia mengharapkan mereka fokus pada pembahasan mengenai apa yang dibutuhkan untuk memperoleh gencatan senjata secara menyeluruh di negara Suriah.

Para menteri pertahanan dan luar negeri Rusia, Iran, dan Turki menggelar pembicaraan mengenai Suriah di Moskwa, Selasa (20/12/2016), setelah mereka menyatakan siap membantu untuk menjadi perantara kesepakatan perdamaian Suriah.

AS berusaha untuk “mengecilkan” absennya negara adidaya tersebut dalam perundingan, dengan mengatakan hal tersebut bukanlah suatu penghinaan dan tidak mencerminkan penurunan pengaruh AS di Timur Tengah.

Mediator PBB di Suriah Staffan de Mistura mengatakan ia bermaksud mengadakan pembicaraan damai yang terpisah di Geneva, Swiss, 8 Februari 2017.

Perundingan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri telah dilaksanakan, namun secara terputus-putus.

Rusia mengatakan perundingan di Kazakhstan justru akan lebih melengkapi perudingan yang dibuat PBB, bukannya menyaingi usaha organisasi dunia tersebut. (*/R)