DaerahMakassar

BSP Makassar Capai Rp2 M, Bank Sampah Takalar Gimana..?

Rekapitulasi pembelian sampah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Makassar capai angka Rp2 miliar. Sementara Bank Sampah Takalar, sekertariatnya di area pasar Sentral sepi tak ada aktivitas.

MAKASSAR – Setelah terbentuk pada tahun 2015 yang lalu, kini Bank Sampah Pusat (BSP) Kota Makassar terus mengalami peningkatan dalam pembelian sampah anorganik. Sesuai data rekapitulasi pembelian sampah anorganik Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kota Makassar (Bank Sampah Pusat) Toddopuli, mulai bulan Januari hingga Agustus 2017, sebesar Rp1.676.857.280,-  sementara pembelian sampah anorganik Bank Sampah Pusat (BSP) Paccerakkang sebesar Rp335.137.080,- maka total pembelian sampah anorganik Bank Sampah Pusat (BSP) Paccerakkang dan Toddopuli sebesar Rp2.011.994.360.

Menurut Pengelola Data Bank Sampah Pusat Kota Makassar, Arfan, Bank Sampah Pusat (BSP) merupakan solusi untuk mengubah paradigma masyarakat Kota Makassar kalau sampah itu memiliki nilai ekonomi yang tinggi. BSP melayani sekitar 800 unit Bank Sampah Unit (BSU) yang tersebar pada tingkat RW dengan jumlah nasabah sekitar 55.000 orang.

“Program sampah tukar beras dan beberapa keperluan lain seperti alat tulis tentunya disediakan melalui Bank Sampah Unit (BSU) yang sudah beroperasi di masing-masing wilayah lingkup Kota Makassar,” tukasnya.

Sementara Bank Sampah yang ada di kabupaten Takalar, tak kedengaran gaungnya. Bahkan faktanya, kantor Bank Sampah yang berdiri di area pasar sentral sama sekali tidak ada aktifitas.