APH Sepertinya Tak Tertarik Proyek ‘Mubazir’ di Topejawa…?

MARBO  – Bersikap dari konten ‘Mubazir’ seperti kondisi beberapa item paket pekerjaan di area wisata Pantai Topejawa di desa Topejawa, kecamatan Mangngarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, tak ada satupun penggiat korupsi termasuk aparat penegak hukum (APH) yang tertarik menelisik. Bagaimana tidak, sedari awal pekerjaan sudah bersoal tapi tetap aman yang dibuktikan dengan proses kerjaan yang terus di tambah dan ending kerjanya tetap sama ‘tidak selesai’.

Padahal, anggaran yang digunakan cukup besar dengan sejumlah item pekerjaan yang berujung tak selesai. Lalu siapa yang disalahkan….?

Rumorpun beradu, kalau kontraktornya tidak becus melakukan kegiatan fisik sesuai rencana anggaran belanja (RAB). Dilain pihak mengatakan, kesalahan tidak hanya fokus pada pelaksana kegiatan proyek saja, tetapi pemberi pekerjaan termasuk konsultan dan PPK-nya yang bersikap diam seakan membenarkan.

Sementara pihak lain menyebutkan, APH baiknya terjun langsung melakukan lidik meskipun tak ada laporan resmi. Kenapa, APH ini bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang keberadaannya ikut serta bertanggung-jawab lajunya roda pemerintahan yang baik, amanah untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita berharap, APH tertarik menyelidiki proyek wisata Topejawa demi menyelamatkan uang rakyat,” harap salah satu jurnalis di trialief.    (rd)