Bank Sampah, Kreativitas Daur Ulang yang kini Beromzet Rp1,5 M

MAKASSAR – Bank Sampah di Kota Makassar memiliki omzet diatas Rp.1,5 miliar. Hal ini terungkap pada ajang Awarding Makassar Green and Clean program Bank Sampah di Jl Amirullah. Jumlah bank sampah sebanyak 351 unit. Bank sampah ini meliputi bank sampah unit (BSU), Bank Sampah Sektoral (BSS), Bank Sampah perkantoran, Bank Sampah sekolah dan lain-lain.

Direktur Yayasan Peduli Negeri (YPN) yang juga Direktur Bank Sampah Indonesia Timur, Saharuddin Ridwan menjelaskan, kegiatan ini sebagai ajang kreativitas untuk mendaur ulang sampah. Sebab, hasil daur ulang sampah tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin tingkatkan kreativitas masyarakat, kita ingin tingkatkan pengeloaan bank sampah lagi karna hadirnya bank sampah mampu meningkatkan kesejahteran masyarakat khuausnya masyarakat lorong,” kata Sahar.

Alhasil, kehadiran Makassar Green and Clean (MGC) bank sampah di Kota Makassar dalam mendukung serta menjalankan program Makassar Tidak Rantasa yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar untuk menjadikan Kota Makassar bersih, sehat dan nyaman terus digalakkan.

Koordinator Bank Sampah Unit Balaikota, Haidil Adha mengaku, masyarakat menyambut antusias bank sampah. BSU mendapat nasabah Balikota memiliki 1.041 nasabah dengan tabungan sebesar Rp.50 juta per 26 Desember. Nasabahnya sebagian besar berasal dari pegawai di Balaikota dan masyarakat sekitar.

“Sudah banyak nasabah kita di Bank Sampah unit Balaikota Makassar. Sampai per Desember ini kita sudah memiliki nasabah sebanyak 1.041 nasabah yang dimana itu 95% pegawai dan 5% masyarakat atau pedagang yang berada disekitar Balaikota,” kata Haidil yang juga Kabag Perlengkapan Pemkot Makassar. (ruri/R)