BI Resmi Luncurkan Desain Baru Uang Berbagai Pecahan

*** MOGA KEJAHATAN PEMALSUAN BISA DI TEKAN ***

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul berharap, dengan adanya desain baru ini, kejahatan pemalsuan uang bisa ditekan. “Kami dukung diterbitkannya rupiah baru supaya pencegahan uang palsu bisa lebih terantisipasi,” ujar Martinus, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Setidaknya, ada 17 ciri khas pada desain uang NKRI yang baru yang membuat uang ini lebih sulit dipalsukan.

Selain gambar, perubahan dalam uang baru yakni tanda air yang menandakan bahwa uang itu asli.

“Telah diperkuat pengamanan oleh BI dalam menerbitkan uang baru yang membuat upaya memalsukan lebih sulit dan rumit,” kata Martinus.

Dengan demikian, tugas polisi dalam mengontrol pemalsuan uang lebih mudah.

 

Meski berganti desain, masyarakat masih bisa menggunakan uang keluaran lama untuk dipakai sehari-hari.

Uang lama masih berlaku sebelum adanya surat keputusan dari BI untuk penarikan uang.

Presiden Joko Widodo sebelumnya memerintahkan BI untuk meningkatkan sistem pengaman pada uang rupiah.

Presiden juga berpesan agar BI memperhatikan betul ketersediaan uang rupiah di penjuru Indonesia, termasuk di pelosok.

Untuk pecahan kertas, mulai dari Rp 100.000 (gambar utama Ir Soekarno dan Moh. Hatta), Rp 50.000 (gambar utama Ir. H. Djuanda Kartawidjaya), Rp 20.000 (gambar utama G.S.S.J Ratulangi), Rp 10.000 (gambar utama Frans Kaisiepo). Kemudian Rp 5.000 (gambar utama K.H Idham Chalid), Rp 2.000 (gambar utama Mohammad Hoesni Thamrin) dan Rp 1.000 (gambar utama Tjut Meutia).

Sementara untuk pecahan logam, mulai dari Rp 1.000 (gambar utama I Gusti Ketut Pudja), Rp 500 (gambar utama Letjend TNI T.B Simatupang), Rp 200 (gambar utama Tjiptomangunkusumo), dan Rp 100 (gambar utama Herman Johannes).