Chicharito Ambil Sisi Positif di Balik Puasa Gol

Leverkusen – Striker Bayer Leverkusen Javier ‘Chicharito’ Hernandez tak terganggu dengan puasa golnya. Menurut Chicharito, ada manfaat yang bisa diambil dari periode ini.

Di musim keduanya di Leverkusen, Chicharito mengalami penurunan produktivitas secara drastis. Setelah di musim sebelumnya berhasil menceploskan 26 gol di semua kompetisi, kini baru tujuh gol yang bisa dihasilkannya

Hal yang lebih buruk adalah, gol terakhir Chicharito terlahir dalam kemenangan Leverkusen atas Borussia Dortmund 2-0 pada awal Oktober 2016. Dengan begini, maka striker Meksiko ini sudah mengalami puasa gol dalam 16 pertandingan di seluruh kompetisi.

Meski sedang seret gol, Chicharito bukannya frustrasi. Pesepakbola berusia 28 tahun itu mengira periode ini ada baiknya untuk dirinya.

“Terus terang, aku tidak membiarkan puasa gol menggangguku. Aku pada dasarnya sudah mencetak satu gol per pertandingan selama 10 tahun, dan aku tidak merasa aku adalah pemain terbaik di dunia, seperti halnya aku tidak depresi sekarang karena aku tidak mencetak gol selama beberapa bulan,” ujar Chicharito.

“Apa yang kusukai adalah bermain sepakbola. Dalam beberapa pertandingan terakhir, aku telah bekerja dengan tim di posisi-posisi yang berbeda, dan aku melihatkan sebagai sebuah proses pembelajaran agar aku bisa menjadi pemain yang lebih komplet,” sambung dia kepada Bundesliga.com.

“Bukan hanya seorang finisher, tapi juga seorang pemain yang bisa bermain, melewati pemain lawan, mengubah arah, dan melakukan hal-hal berbeda lainnya,” lugas eks pemain Manchester United dan Real Madrid ini.

Usaha Chicharito untuk mengakhiri puasa golnya akan kembali dilakukan akhir pekan ini, saat Leverkusen menjamu Borussia Moenchengladbach di lanjutan Bundesliga.
(rin/cas)