Diduga Jual Obat Daftar G, Toko Obat Suryani Ditutup

Pencegahan peredaran narkoba termasuk obat daftar G yang saat ini trend peredarannya dikalangan pelajar terus dilakukan semua pihak termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes). Razia dan pemeriksaan sejumlah toko obat yang diragukan sentra penjualan, juga jadi sasaran pemantauan.

MAKASSAR – Salah satu Toko Obat ‘Suryani’ yang berada di Jl Tinumbu akhirnya ditutup oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar bersama Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan. Penutupan Toko menurut Kepala Seksi Farmasi Dinkes Makassar, Nurlalela karena diduga menjual obat jenis daftar G.

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar, AKP Ilham Fitriadi,membenarkan, penutupan toko obat itu merupakan hasil pemeriksaan terhadap Adbul Salam, pengedar obat keras Daftar G merk THD.

“Abdul Salam diamankan karena terbukti mengedarkan sediaan farmasi jenis obat keras Daftar G merk THD (Thrihessippenidil) yang seharusnya dijual dengan resep dokter,” kata Ilham.

Hasil pemerksaan, pelaku membeli obat tersebut di Toko Obat Suryani. Kemudian, terungkap jika pemilik toko obat tersebut sudah tidak memiliki ijin (surat izin toko obat) dan sudah mati atau tidak berlaku lagi sejak 2014. “Hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan harus ditutup dan dilarang untuk melakukan penjualan obat pada toko obat Suryani,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Gowa ini.

Saat penutupan toko obat itu, turut dilakukan penyitaan sisa obat yang sudah tidak layak dijual. “Kami mendampingi Dinkes Kota Makassar untuk melakukan penutupan toko itu. Penutupan toko yang dilakukan sore kemarin itu berlangsung aman dan tertib,” pungkasnya.   (jy/ar/cw)