Hamka Minta Kemen PU Beri Perhatian Serius Kerusakan Irigasi di Dapilnya
JAKARTA – “Saya minta Kementerian PU berikan perhatian serius terhadap kerusakan irigasi sekunder di dapilnya terutama wilayah yang memiliki bendungan besar seperti Kabupaten Takalar dan Gowa,” ujar anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady di rapat kerja bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Kondisi kerusakan irigasi sekunder di daerah pemilihannya jelas Hamka, tepatnya di Desa Kalelantang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah cukup parah. Sementara aliran air dari bendungan Pammukkulu untuk mengairi persawahan cukup deras apalagi di musim hujan.
Politisi senior Partai Golkar ini, juga mengapresiasi tim kedaruratan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang yang bertindak cepat mengatasi masalah tersebut. Alhasil, aliran air di Desa Kale Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, kini bisa kembali berfungsi untuk mengairi sawah para petani meski itu hanya bersifat sementara.
“Nanti saya perlihatkan bagaimana tindakan darurat yang dilakukan oleh Balai Pompengan dengan memasang pipa. Hal ini disebabkan debit air yang keluar dari saluran sekunder ke saluran berikutnya tidak sampai 6 liter per detik, rata-rata hanya 2–3 liter,” kata Hamka di hadapan Menteri PU.
Dikesempatan tersebut, Hamka B. Kady yang mewakili Dapil Sulsel I (Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar) meneruskan aspirasi masyarakat terkait kondisi Daerah Irigasi (DI) Pammukulu di Desa Kale Lantang. Masyarakat mengeluhkan masalah pada talang air yang tidak berfungsi maksimal, sehingga volume air ke area persawahan menyusut drastis.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pasokan air bagi para petani dan berpotensi mengganggu produktivitas pertanian wilayah setempat. Oleh karena itu, Hamka mendesak langkah percepatan penanganan dari Kementerian PU agar infrastruktur irigasi tersebut segera diperbaiki secara permanen.
Hamka berharap aspirasi ini segera ditindaklanjuti demi mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani di Kabupaten Takalar. cw
