DaerahHukumTAKALAR

Kasus Tong Sampah di DLHP Perlahan Dilupakan…?

TAKALAR – Pasca aksi demonstrasi terkait proyek Pengadaan Tong Sampah Pebruari lalu masih menyisakan tanya yang hingga kini belum terjawab, salah satunya perusahaan yang mengadakan.

Berkiblat dari kondisi saat ini, kasus yang sempat viral perlahan dilupakan dan tidak pernah lagi dibicarakan baik di warkop maupun di tempat lainnya.

“Kita berharap, kasus Tong Sampah ini tidak hilang begitu saja di telang waktu,” harap salah satu aktivis pasca penyerahan SK Plt. Kadis dan Camat belum lama ini.

Dilansir dua bulan lalu, mahasiswa gelar aksi depan kantor kejaksaan daneneriakkan adanya dugaan Mark up anggaran. “Kami menduga kuat adanya Mark up anggaran dari proyek pengadaan Tong Sampah jika dihitung dari besaran anggaran yang mencapai angka Rp600 juta dengan jumlah tong sampah yang diadakan,” teriak orator aksi waktu itu.

Pengunras kala itu menyerukan dugaan penyimpangan anggaran pengadaan 2300 unit tong sampah pada DLHP TA 2025 lalu yang diperkirakan menghabiskan APBD kurang lebih Rp600 juta.

Dilain pihak, Plt. Kadis DLHP, Syafaruddin angkat bicara yang mengatakan kalau pengadaan tersebut sudah berjalan sebelum dirinya masuk di DLHP.

“Saat saya mulai bertugas, tinggal melanjutkan proses dan menerima barang sesuai yang tercantum dalam DPA sebanyak 2.381 unit tempat sampah,” jelasnya.     (cw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *