Kawat Bronjong Proyek Sungai Cakura – Pangkarodde Diragukan Kualitasnya

TAKALAR – Proyek pengaman tebing sungai di Dusun Buakang, Desa Cakura dan Lingkungan Pangkarodde, Kelurahan Patte’ne, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) jadi perbincangan. Soalnya, pengerjaan CV. Je’netallasa dan CV. Singka Mandiri ini menggunakan kawat Bronjong yang kualitasnya diragukan.

Nilai kontrak proyek di dua lokasi ini sebesar Rp4 miliar lebih masing-masing Rp2.194.892.000 di sungai Cakura dan Rp.2.613.784.000 di Pangkarodde.  

Salah satu lembaga swadaya mengungkap kalau pembangunan pengaman tebing senilai Rp4,7 Miliar tersebut berlatar belakang ekonomi dan manejemen. Idealnya kata dia, pekerjaannya wajib didampingi ahli dari Dinas PUPR.

Disampaikan juga, kawat bronjong yang metupakan anyaman kawat galvanis  berbentuk kotak dan memiliki lubang heksagonal (segi enam).  

“Kawat bronjong berlapis seng tebal (heavy galvanized) hasil fabrikasi mesin berkualitas tinggi yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI–03–0090–1999). Bila dibandingkan dengan kawat bronjong low galvanized yang lebih murah namun jauh lebih mudah berkarat dan tidak tahan lama,” Urainya 

Pantauan kami dilapangan lanjutnya, kuat  dugaan bukan kawat Bronjong yang galvanis. Asumsinya jelas, masuk kategori mengurangi jumlah volume kegiatan atau menguntungkan. 

Namun lebih jelasnya, pihak Aparat Penegak Hukum (APH) turun langsung melakukan Lidik terhadap proyek di Badan Penanggulangan Bencana karena ditakutkan berdamak pada masyarakat sekitar.

“Kami harap pihak APH meluangkan waktunya memantau dan menyelidiki proyek yang nilainya cukup besar,” harapnya.    (cw/rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *