Kejari di Kabar Tengah Menyelidiki ‘Pelatihan dan Kunker’ di Dishub

 Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar sekarang ini dikabarkan tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya rekayasa administrasi pelaporan kegiatan pelatihan dan kunjungan kerja (kunker) dalam lingkup Dinas Perhubungan (Dishub).   

TAKALAR – Meskipun belum ada kalrifikasi atau konfirmasi langsung dari pihak kejaksaan terkait pemanggilan beberapa staf  Dishub, namun kabar menyebutkan sudah ditangani aparat penegak hokum (APH).

Informasi lain juga menyampaikan, kehadiran kejari masih dalam prosesi lidik dengan melakukan pemanggilan terhadap beberapa pegawai Dishub. “Masih di tataran intel kejari,” ujar sumber di kejari.

Seperti dikabarkan sebelumnya, kegiatan terparah yang sarat rekayasa administrasi di Dishub yakni pelatihan di Makassar dan kunker di dua daerah ‘Kabupaten Bulukumba dan Palopo’.

Di kegiatan tersebut kata sumber, aparat sipil Negara (ASN) di posisi-keduakan dan memprioritaskan tenaga sukarela baik dalam tataran panitia maupun peserta. Sementara pertanggung-jawaban administrasinya dibebankan kepada ASN meskipun tidak mengikuti kegiatan.

“Ada beberapa pegawai (ASN red.) yang menandatangani administrasi meskipun tidak ikut serta dalam kegiatan pelatihan maupun kunkernya. Kalaupun ada yang diberikan haknya (uang), itu tidak sesuai yang tertera di lembar pertanggung-jawaban,” ungkapnya. Informasi ini akhirnya diperkuat dengan selebaran kertas yang di kirim ke trialief dengan memaprkan kronologi dari item kegiatan di Dishub, seperti apa…?    (cw)