Dua Pejabat Dishub Ini Yang Ditengarai Otak “Rekayasa Administrasi”

TAKALAR – Menguapnya kabar adanya rekayasa administrasi pertanggung-jawaban pelaporan kegiatan pelatihan dan kunjungan kerja (kunker)di Dinas Perhubungan (Dishub), dua pejabatnya ditengarai otak dari rangkaian kegiatan hingga tidak sesuai harapan.

Selebaran kertas berupa curhatan korban dari kegiatan, baik pelatihan di Makassar maupun kunjungan kerja (kunker) di dua kabupaten yakni Palopo dan Bulukumba melengkapi dokumentasi trialief akan kuatnya dugaan ‘pendzoliman’ dalam lingkup Dishub.

“Tidak ada aparat sipil Negara (ASN) yang dilibatkan di semua kegiatan, tetapi didominasi oleh tenaga sukarela”. Ini bagian dari penggalan curhatan yang dituangkan dalam surat.

Bahkan ditulisan tersebut dipertegas, adanya administrasi yang ditandangani berupa uang transport namun peserta tak terima sepeserpun. “Kami bahkan di ancam akan di laporkan ke Bupati untuk di mutasi kalau menanyakan apalagi mengungkit soal kegiatan pelatihan maupun kunker,” ungkapnya.   (chiwa)