‘Keluhan Warga Tani’ Pupuk Langka, Harga Meroket

TAKALAR – Dua pekan terakhir, pupuk jadi perbicangan dihampir semua komunitas masyarakat khususnya kalangan petani. Mereka menilai, kelangkaan pupuk hingga meroketnya harga karena diragukan adanya penimbunan yang mengarah pada permainan harga dipihak distributor hingga pengecer.

Bagaimana tidak katanya, petani disaat sekarang sangat membutuhkan pupuk guna kebutuhan pokok tanamannya dengan harapan akan menuai hasil sesuai harapan. Tapi hayal kaum tani kesandung pada terjadinya kelangkaan yang berefek di haraga yang jauh melambung dari harga standar.

“Kami beli pupuk di tingkat pengecer dengan harga yang cukup mahal yakni Rp140 ribu,” keluh salah seorang petani di Polongbangkeng Utara (Polut).

Dipihak lain, salah satu pengecer pupuk mengutarakan kalau harga pupuk tergantung skalanya bersubsidi atau non subsidi. ”Kami tidak berani mengangkat harga pupuk kalau berskala subsidi,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian (Kadistan), Muh. Hasbi sejak mengumumkan dirinya positif covid-19,  hingga kini masih belum bisa dihubungi.   ©