Siapa Oknum BKPRMI Menuai Untung di Bantuan Covid Kemenag..?

TAKALAR – Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD-BKPRMI) Kabupaten Takalar, Muh. Aksin Suarso kalau pihaknya tak pernah menerima sepeserpun uang dari TKA/TPA cukup mengundang tanya. Siapa oknum yang mengatasnamakan BKPRMI meminta dan melakukan pungutan terhadap hak TKA/TPA?

Wallahualam, pastinya permintaan jatah hingga Rp4 juta per-TKA/TPA dari total bantuan sebesar Rp10 juta dilakoni warga BKPRMI dan tidak mungkin ‘Preman’.

Berkiblat dari sebuah link berita salah satu media online, Anggaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Covid-19 untuk  TKA/TPA di Kabupaten Takalar diduga dikebiri. Bantuan sebesar Rp10 juta Per-TKA/TPA dari Kementerian Agama (Kemenag) RI tersebut diduga dikebiri sebesar Rp4 juta setelah bantuan itu cair.

Dirilis berita tersebut menyebutkan salah satu kecamatan yakni yang katanya para TKA/TPA yang menerima anggaran BOP Covid-19 diminta untuk menyetor dana Rp4 juta ke salah satu oknum BPKRMI kecamatan Pattallassang. Aksi pungutan tersebut dikabarkan tidak hanya di kecamatan Pattallassang, tapi memungkinkan terjadi juga di kecamatan lain.  

Sementara Ketua BKPRMI Pattallassang, Rahman Lawa yang dihubungi via whatsappnya menampik kabar pungutan tersebut. “Iye pak, kabar itu tidak benar,” tulisnya singkat.   ©