Kisruh Hanura, Memungkinkan Lari Kosong di Pilkada

MAKASSAR – Perpecahan atau kisruh yang terjadi di internal partai Hati Nurai Rakyat (Hanura) cukup berdampak pada proses Pilkada. Partai bentukan Menko Polhukam Wiranto ini terancam lari kosong di Pilkada serentak 2018.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Partai Hanura Sulsel di masa kepemimpinan Ambo Dalle, Stefanus Andu menyatakan, kisruh Partai Hanura di Sulsel bisa berimbas secara nasional, utamanya menyangkut Pilkada serentak 2018, pemilihan legislatif (Pileg) dan Pilres 2019.

“Apa yang dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan memplt-kan Ambo Dalle dan menunjuk Bahar Ngitung sebagai pengganti sudah menimbulkan kekacauan di Hanura. Akibatnya, kader melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar,” sebut Stefanus.

Partai Hanura di Sulsel tidak bisa melakukan penjaringan Pilkada serentak. “Itu sudah konsekuensinya, kami melakukan perlawanan karena dizalimi,” katanya. (marf/R)