Konflik Lahan di Tanakeke, Pihak Transmigrasi Terkesan Acuh

Konflik lahan transmigrasi di pulau Tanakeke tepatnya di dusun Dande-Dandere, desa Maccini Baji, kecamatan Mappakasunggu (Mapsu) kabupaten Takalar masih belum ada kejelasan. Pihak Dinas Transmigrasi terkesan acuh.
Zainuddin Nakku

TAKALAR – Hingga memasuki tahun kedua perseteruan dan konflik lahan transmigrasi di pulau Tanakeke, pihak Dinas Transmigrasi selaku penanggung-jawab di kabupaten Takalar terkesan acuh. Padahal warga transmigrasi yang masih bertahan sampai sekarang sangat membutuhkan fasilitas untuk tetap bertahan hidup.

Konflik lahan trans menurut Zainuddin Nakku, jika tidak diseriusi akan berdampak pada konflik yang tentunya cikal menelan korban. Ppasalnya, warga transmigrasi lokal maupun yang dari jawa juga mulai geram dengan ulah salah seorang warga berinisial DS yang diduga menyerobot beberapa lahan warga.
 Salah seorang warga Transmigrasi, Ayu yang pingsan saat datang di kantor TransApalagi katanya, saat ini sudah memasuki musim tanam yang dipastikan warga trans akan mengolah lahannya. Jadi kalau pihak trans tidak secepatnya menyelesaikan persoalannya, bisa jadi hal tidak diinginkan terjadi melihat kondisi warga trans juga mulai hilang kesabaran. “Kasus ini sudah pernah bergulir di kepolisian Polsek Mapsu namun hingga kini belum ada penyelesaian,” ungkap Zainuddin.
Kepala UPT Transmigrasi pulau Tanakeke, Amir Lallo saat ditemui mengatakan, persoalan penyerobatan lahan yang dilakukan DS sudah sangat meresahkan warga dan saya sudah memasukkan surat kedinas terkait persoalan ini. Akan tetapi, surat itu kemungkinan hilang di dinas, Senin 25/09/2017).
Zainuddin.DL menegaskan, dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi demonstrasi bersama warga lainnya untuk mendesak pihak dinas transmigrasi dan Polsek untuk segera mengambil tindakan serius terkait dugaan penyerobotan beberapa lahan transmigrasi di pulau tanakeke.   (cw)