Lantik PAW BPD, Kades Bontolangkasa Berasumsi“ Itu Gladi “

GOWA – Berita pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dilakukan Kepala Desa Bontolangkasa Utara, Kecamatan Bontonompo (Gowa), Ir. Ridwan Gani jadi wahana bincang. Bagaimana tidak, prosesi pengukuhan atau pelantikan yang menampilkan kesan ‘paksa’ dan mengabaikan Permendagri nomor 110 tahun 2016.

Di pasal 12 ayat 2 Permendagri tahun 2016, Kepala Desa hanya bisa menyampaikan jika ada hasil dalam pemilihan atau pergantian PAW kepada Bupati melalui camat paling lambat 7 hari dan disahkan oleh Bupati sebagai Kepala Daerah.

Namun kata Kades Dg Romo (panggilan Ir. Ridwan Gani), kegiatan atau prosesi pengukuhan yang dilaksanakan di ruang rapat kantor desa, itu sifatnya baru GLADI. Karena katanya, belum ada surat keterangan (SK) resmi dari Bupati Gowa sebagai dasar pelantikan. “Itu baru gladi,” singkatnya.

 Kades juga mengaku kalau dirinya dipanggil di Kabupaten hari ini, Senin (15/2) berkaitan soal pelantikan. 

Dilain pihak, Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APBEDNAS tetap menyesalkan prosesi pelantikan meskipun asumsinya masih gladi. Kenapa, karena dalam kontes di lembaga Negara ini (BPD red.) Kades sama sekali tidak diberi kewenangan untuk melantik, jadi asumsi gladinya juga tidak berdasar.  

“Apa yang dilakukan Kades Bontolangkasa merupakan pelanggaran yang tidak boleh diabaikan,” pungkasnya.   ©