DaerahHukumPeristiwaTAKALAR

Mahasiswa Desak Polres Tuntaskan Kasus IPAL, Malah Dibubarkan

Aksi pembubaran yang dilakukan kepolisian terhadap mahasiswa saat melakukan unjuk rasa di Polres cikal memperpanjang polemic.

TAKALAR – Mahasiswa yang bergabung dalam Gerakan Rakyat Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI) menuntut Polres Takalar segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi IPAL MCK 2019 yang tengah di proses di Unit Tipidkor. Gelar aksi ini mendesak kapolres Takalar segera turun dari jabatannya jika tidak mampu mengungkap dan menuntaskan soal IPAL.

Saat sedang aksi, saling dorong pengunras dengan aparat kepolisian nampak mewarnai dan jadi pemandangan menegangkan. Hal itu terjadi menurut mahasiswa, dikarenakan pihaknya menolak audiens dengan Kapolres.

Gerak Misi sendiri jelas Jenderal lapangan, Yayat, mosi tidak percaya terhadap kinerja Kapolres Takalar dilakukan karena hingga saat ini kasus IPAL MCK 2019 belum ada penetapan tersangka.

Sebelumnya, pengunras juga melakukan orasi di Inspektorat dengan tuntutan segera mengeluarkan hasil audit investigasi proyek IPAL MCK 2019. “Kami temui salah satu kord. Tim Auditor dan mengatakan hasil audit sudah diserahkan ke Polres 2 minggu  lalu,” terang Yayat.

Mendengar pernyataan Inspektorat, mahasiswa bergegas ke Polres mempertanyakan hasil audit. Namun hasilnya, Kanit Tipidkor mengungkap kalau  kalau hasil audit tersebut belum di serahkan yang barengi tindakan pembubaran demonstran.

“Kami tak akan berhenti sampai disini,” teriak mahasiswa.   ©