Pengunras Sebut Kasatpol PP Pada Aksi Pengrusakan Lingkungan di Bontonompo

Pengrusakan lingkungan kurun waktu tiga tahun terakhir di Kecamatan Bontonompo baik Selatan maupun Utara yang dilakukan oknum bertajuk tambang terus berlangsung seakan Pemerintah maupun aparat tak memiliki kemampuan cukup menegur apalagi menghentikannya. Kenapa, Wallahualam….

SUNGGUMINASA – Alhasil, keresahan masyarakat terhadap pengrusakan lingkungan sekitar pemukiman di dua kecamatan yakni Bontonompo Utara dan Bontonompo Selatan (Bonsel) mendadak tersentak dengan kehadiran para pengunjuk rasa (pengunras) di depan Gedung DPRD dan kantor Polres Gowa.

Di sela orasi pengunras, disebut nama sosok pejabat yang selama ini cukup tenar dan tidak asing di masyarakat Bontonompo yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP). Mereka (Pengunras red.) dengan teriakan membahana meminta aga Kasatpol PP di panggil untuk dimintai keterangan kesaksian terhadap aksi penambangan di Bontonompo.

Menurut salah satu Komunitas lembaga Swadaya Masyarakat (GSPI) di kecamatan Bontonompo, sangatlah wajar ketika Kasatpol PP dipanggil guna dimintai tanggung jawab moralnya maupun tugasnya.

“Beliau itu mantan Camat dan sekcam di Bontonompo, hingga sangat tahu lika liku pergerakan termasuk aktivitas penambangan. Jadi selain tugasnya, juga sebagai keluarga besar di Bontonompo yang diharapkan aktif membantu dan menjaga lingkungannya. Kalau dia konsisten dengan tugasnya, Insya Allah Bontonompo aman dari oknum tak bertanggung jawab khususnya aksi tambang,” ungkap Dg Siriwa yang juga anggota BPD Desa Bontolangkasa Utara.

Sekedar diketahui, korban dari aksi tambang hingga dikategorikan dan di jerat pelanggaran pengrusakan lingkungan sudah ada di Desa Tanrara, Kecamatan Bontonompo Selatan. Hanya saja, pihak terkait masih tebang pilih melakukan penyegelan dan penangkapan terhadap lokasi maupun oknum penambang.  

“Kita berharap, Pemerintah maupun aparat kepolisian lebih melihat masa depan lingkungan di kecamatan Bontonompo dengan mensterilkan dan konsisten menjalankan tugas. Jangan karena adanya sesuatu hingga penyegelan dan penangkapan hanya berlaku pada satu orang penambang saja,” imbuh Ketua DPC GSPI Gowa ini di trialief.   (rd)