“No Broker” Inisiasi Pemda Beri Ruang Perusda Beraktivitas

TAKALAR – Perusahaan Daerah (Perusda) Panrannuangku di awal pemerintahan Bupati H. Syamsari Kitta telah memberikan ruang luas untuk melakukan aktivitas, namun terukur diperjalanannya dengan mencuatnya beragam problem yang tak berujung dan tanpa hasil. Sontak kondisinyapun cukup memberikan pengaruh “ketidak-percayaan” dengan kinerja pengurus Perusda waktu itu.

Dipenghujung tahun ini, Pemda kembali merekonstruksi kepengurusan Perusda dengan memposisikan ‘Arianto, SPd’ sebagai pelaksana tugas (plt) direktur Perusda Panrannuangku. Alhasil, di interval waktu cukup singkat, plt Perusda menjalankan amanah dengan beragam kegiatan yang dinilai memberikan hasil karena berkontribusi pendapatan asli daerah (PAD).

Sekertaris Daerah (Sekda), H.M. Hasbi di bincang lepas dengan trialief belum lama ini mengungkap kalau kinerja Perusda cukup bagus dengan inovasinya yang bisa mengangkat pendapatan. “Perusda diberikan ruang kerja untuk menjadi leader di setiap kegiatan bernuansa ekonomi,” katanya.

Pejabat Kadis Pertanian ini juga menyampaikan sehubungan dengan adanya kegiatan pasar malam di kecamatan Galesong Utara (Galut) yang belum mengantongi izin ataupun rekomendasi dari Pemda untuk tidak beraktivitas. Sekda mengarahkan agar pengelola pasar malam berkoordinasi dengan Perusda sebagai perpanjangan tangan Pemda.  

Kenapa Perusda diberikan ruang itu, karena selain Perusda bagian dari Pemda juga sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk menghilangkan kata ‘broker’ di setiap momen kegiatan.

“Siapapun yang ingin berkegiatan seperti pasar malam dan lainnya, baiknya berkoordinasi dengan Perusda. Karena yang kami tahu dalam kegiatan seperti itu hanya Perusda sebagai penghasil pendapatan,” pungkasnya.   (cw)