“Pupuk Rp140.000” Itu Perpaduan Harga Subsidi & Non Subsidi

TAKALAR – Polemik harga pupuk yang mengalami kenaikan selain seragam secara Nasional, juga ada klasifikasi kenaikan dari dua produsen yakni pupuk Urea PT. Kaltim dan PT. Petro Kimia Gersik al ZA. NPK, SP-36 dan Orgnik

Meski belum ada penjelasan resminya dari Kepala Dinas Pertanian, Muh. Hasbi yang tak bisa dihubungi pasca pengakuan dirinya positif covid-19, namun penjelasan dari salah seorang distributor menyampaikan kalau harga pupuk di angka Rp130 – 140 ribu perzaknya merupakan perpaduan harga subsidi tambah non subsidi.

“Harga itu merupakan perpaduan anatar subsidi tambah non subsidi,” ungkapnya via celularnya sore kemarin.

Kondisi itu juga jelasnya, selain kenaikan harga skala nasional juga tidak terpenuhinya alokasi hingga berdampak tidak mencukupinya distribusi pupuk di dua produsen. Selain sendatan tersebut, ada perubahan rekomendasi yang dikeluarkan Litbang.

“Berdasar harga eceran tertinggi untuk pupuk Urea sebesar Rp112.500 perzaknya, dan harganya terangkat ke angka Rp140.000 karena adanya tambahan non subsidi yang menggandeng guna mencukupi kebutuhan petani,” jelasnya.   ©