Syahrul YL, Kerja SAP Sudah Maksimal

MAKASSAR – Pembentukan satuan petugas (Satgas) Anti pungutan liar (pungli) merupakan bentuk peduli pemerintah provinsi sulawesi selatan menginplementasikan keinginan Presiden. Satua Anti Pungli (SAP) diberi kewenangan memberantas praktik pungli di Sulsel. ” Saya mendukung penuh kinerja tim SAL,” puji Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.Kerja SAP Sudah Maksimal

Pembentukan satgas kata mantan Bupati Gowa dua periode ini, sebagai tindak lanjut atas keinginan Presiden Joko Widodo membersihkan tanah air ini dari praktik pungli. Dan sejauh ini, tim satgas anti pungli itu sudah bekerja maksimal, salah satu temuan pungli yang terjadi di UPTD Jembatan Timbang Maccopa, Maros.

Ia bahkan akan memberikan support kepada tim SAP untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Apalagi, instruksi agar Sulsel bebas pungli telah disampaikan sejak lama, jauh sebelum diinstruksikan langsung Presiden. ” Saya akan terus support tim satgas. Kita akan usut dan kita suruh tangkap, karena sejak lama dibilang tidak boleh ada pungli di daerah ini,” tegas Syahrul.

Terkait adanya beberapa oknum yang sudah menjadi tersangka dalam kasus pungli, Syahrul mengaku masalah itu sepenuhnya diserahkan kepada proses hukum yang berlaku. ” Biarkan diproses, sekarang kan ada satgas yang lagi jalan. Kita juga mensupportnya,” singkatnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sulsel, Ilyas Iskandar mengatakan sejauh ini pihaknya juga telah membentuk tim internal untuk pengawasan semua jembatan timbang. Dengan pengawasan itu, pihaknya berharap praktik pungli bisa diberantas, seperti kasus pungli yang terjadi jembatan timbang Maccopa, Maros.

Ilyas mengaku, tim internal yang dibentuk ini merupakan wujud dari instruksi Gubernur Sulsel agar tidak terjadi pungli pada semua sektor di Sulsel. ” Kami sendiri sudah bentuk tim untuk pengawasan. Walaupun sebetulnya, tanpa tim itu saya yakin mereka tidak akan berani lagi lakukan pungli,” katanya.

Bahkan menurut Ilyas, saat ini petugas jembatan timbang merasa ketakutan setelah adanya operasi tangkap tangan tersebut, dan beberapa jembatan timbang bahkan berhenti beroperasi. (ar/R)