Teriakan Copot Kalapas Tak Terdengar Lagi Jelang Puasa
TAKALAR – Pressure pencopotan H. Rasbil sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar perlahan melemah jelang puasa. Kabarnya, pihak Lapas sedang dan sudah membangun komunikasi dengan beberapa lembaga baik media maupun LSM yang aktif bersuara.

Hal tersebut diperkuat lewat kegiatan silaturrahim yang di helat di salah satu kafe dibilangan kabupaten Takalar belum lama ini.
Akhirnya, issu pungutan liar (pungli) di Lapas terkait sewa handpon sebesar Rp250 ribu yang dibesar-besarkan hingga minta pencopotan tak lagi bergaung.

Sementara Kalapas, H. Rasbil yang berusaha dihubungi via celular tak berhasil. Namun kabar menyebutkan, Kalapas sudah menggelar pertemuan dengan beberapa media dan lembaga masyarakat di salah satu kafe.
Belakangan, kabar berhembus adanya kegiatan pungutan lain dalam lingkup Lapas.
Sekedar diketahui, merebaknya pungutan di Lapas bermula dari salah satu keluarga warga binaan yang coba meminta konfirmasi ke kantor wilayah KUMHAM sulsel terkait kebenaran adanya beberapa narapidana yang dipindahkan secara mendadak oleh pihak lapas yang ditengarai tidak prosedural.
Berkiblat dari peristiwa tersebut, mencuatlah kepermukaan adanya issu pungli bermodus sewa penggumaan ponsel bagi narapidana yang nilainya cukup besar, Rp250 ribu.
Informasi terakhir, kegiatan bernuansa pungli dilakukan pihak Lapas sebagai bentuk partisipasi guna memenuhi target yang dikabarkan ratusan juta perbulan. (cw)
