Dapat Bantuan, Pesantren MQ Lassang di Kabar Tetap Bebani Biaya ke Santri

POLUT – Pondok pesantren Mahyatul Qurra (MQ) yang lokasinya di Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, SulSel sebulan terakhir jadi ajang pembicaraan baik warga Lassang maupun orang tua santrinya.

Pasalnya, pengelola Pondok MQ membebani biaya pembangunan gedung ke santrinya senilai Rp2,8 juta per-santri dan terkesan dipaksakan. “Kalau kalian tidak ikhlas, silahkan bawa keluar anaknya dari Pesantren,” ungkap orang tua santri ‘T’ di trialief beberapa waktu lalu.

Cuitan ortu santri MQ ini dipertegas warga setempat kalau setahun terakhir, pengelola Pesantren MQ mulai memperlihatkan gelagat kurang bagus dengan memanfaatkan siswanya mengeruk untung.

Kata dia (warga red.) melalui pesan whatsappnya ke trialief, kalau ada berita menarik yang dinilainya  menprihatikan di lingkup pesantren wahyatullah qurra Desa lassang. Dimana jelasnya, Pesantren tersebut dapat bantuan Rp. 1miliar, tetapi mereka masih memunguti biaya pembangunan gedung ke siswa sebesar Rp. 2,8 juta persiswa.

Info warga sekitar Pesantren di Lassang senada dengan penyampaian orang tua santri di trialief.

“Demi kelanjutan belajar dan penyelesaian anak, kami dengan terpaksa menuruti permintaan pengelola pesantren, sebab kalau tidak, siswa dikeluarkan,” cerita ortu santri.

Sementara Pengelola Pondok Pesantren Mahyatul Qurra hingga sekarang belum berhasil dimintai konfirmasinya.   ©