Di Tuding Memeras, Tiga Media Online dan LSM Dipolisikan

Koalisi aktivis masing-masing, LSM Barapi, LSM Arak, LSM LPMT, LSM Gergaji, LSM Pelopor, LSM Geram, LSM GMBI, LSM Bim, LSM Mapalhi melaporkan tiga media online yakni fakta.net, itimes.id dan suara nusantara ke Polres Takalar atas dugaan melakukan pemerasan, Senin (11/4).

TAKALAR – Beranjak dari pemberitaan dugaan korupsi bantuan alsintan berupa combine farm di Dinas Pertanian, laporan dugaan pemerasan yang dilakukan LSM INTAI selaku sumber berita dan tiga media online terhadap mantan Kadis Pertanian, H.Muhammad Hasbi yang saat ini menjabat Sekda dipolisikan sejumlah aktivis LSM di Takalar.

Laporan Koalisi aktivis di Polres ini, lantaran mereka tak menerima mantan Kadis Pertanian Takalar yang sekarang menjabat sebagai Sekda Takalar, H. Muhammad Hasbi dicemarkan namanya melalui pemberitaan online dan adanya permintaan uang yang kuat dugaan pemerasaan sebesar Rp15 juta.

Usai melapor, koalisi ini mewarning Polres untuk segera memanggil dan memeriksa oknum LSM Intai dan beberapa oknum media online yang sengaja mencemarkan nama baik Sekda Takalar dan dugaan adanya pemerasan sebesar Rp15 juta.  

Dimana menurut H. Imran, “Mereka ini berkolaborasi melakukan pencemaran nama baik melalui pemberitaan online dan juga diduga kuat dijadikan modus untuk melakukan permintaan sejumlah dana,” ujar salah satu LSM, H. Imran.

Kata dia, kita laporkan terkait dengan adanya pemberitaan terhadap Sekda Takalar yang disebut terlibat korupsi pada Proyek Alsintan Jenis Combine Farm, bahkan Kejari Takalar juga disebut telah melakukan pembiaran tindak pidana korupsi yang melibatkan Sekda.  

Kepada wartawan, pihak kapolres melalui Kasat Reskrim , Iptu Agus Purwanto, S.H., M.H membenarkan adanya laporan dari sejumlah aktivis terkait dugaan pemerasan dan segera menindaklanjuti.     (cw)