Dinas Penidikan Makassar Imbuh Guru Hentikan PR

MAKASSAR – Penerapan proses belajar mengajar di full day school dengan penghapusan sistim pekerjaan rumah (PR) untuk pelajar diapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaa  Makassar. Meskipun secara resmi belum ada edaran resmi dari kementerian, namun  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makassar sudah mengimbau semua guru untuk menghentikan pemberian PR terhadap siswa.Imbuh Guru Hentikan PR

Plt Kadisdikbud Makassar, Ismunandar mengatakan, pemberian PR biasanya dilakukan jika pelajaran di sekolah tidak tuntas. Waktu yang terbatas, membuat tugas yang mestinya dikerjakan di kelas harus dibawa pulang. Hanya saja, saat ini waktu belajar dibuat lebih panjang sehingga pelajaran semestinya dituntaskan di sekolah dan tidak lagi dibawa pulang.

Dijelaskan Is, siswa belajar dari pagi hingga siang, dan dii momen itu, semua materi hingga pemberian tugas sudah harus dituntaskakan dalam sehari. ” Kalau ada PR yang harus dibawa ke rumah kasihan anak-anak karena bisa mengurangi waktu istirahatnya. Apalagi full day school sudah mengurangi jam keluyuran anak sekolah saat ini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Makassar, M Hasbi. menuutnya, PR terkadang membuat guru tidak maksimal mengajar. Mereka tidak memanfaatkan waktu untuk menuntaskan satu kurikulum dasar, dalam satu pertemuan.
Mestinya, pelajaran masih bisa berlangsung. Tetapi ada kesibukan lain dari para guru, yang membuat mereka memberi opsi PR sebagai penggantinya. (ar/R)