Nyaris Dipenjara, Nenek Noes Gugat Polri Rp. 3 Miliar

 Sangkaan polisi yang nyaris memenjarakaan seorang nenek, Noes Soediono akhirnya terbebas dari segala tuntutan hukum baik perdata maupun pidana. Merasa dirugikan dan namanya dihancurkan, Nenek Noes menggugat Polri hingga mencapai angka Rp. 3 miliar.Nenek Noes Gugat Polri Rp. 3 Miliar

Diusianya yang sudah senja, nenek Noes Soediono disibukkan dengan urusan hukum hingga nyaris dipenjara. Namun dengan  mengerahkan seluruh tenaga, pikiran dengan kebersaran jiwanya yang ikhlas, kasusnya dimenangkan pihak pengadilan sampai kasasi. Alhasil, prosesnyapun berbalik haluan setelah terungkap ketidak benaran sangkaan polisi hingga menggugatnya sebesar Rp. 3 miliar.

Tadinya pihak Noes hanya menyerahkan bukti berupa surat-surat putusan dari proses peradilan di Solo. Tapi kondisi berbalik, kuasa hukum Noes, Rusdianto dilansir akan melengkapi semua baketnya dari tiket-tiket pesawat pulang pergi Solo-Jakarta selama setahun kasusnya bergulir.

Seperti dilansir detik.com, (2/11), kasus ini bermula ketika kasus sengketa tanah yang menjadikan Noes Soediono sebagai terlapor pada tahun 2011 di PN Surakarta. Menurut kuasa hukumnya, kasus tersebut telah dimenangkan secara keperdataan. Namun pada prosesnya, pihak kepolisian yang memeriksa nenek tersebut menyimpulkan bahwa telah dilakukan tindak pidana sumpah palsu.

Nenek Noer lalu dijadikan tersangka dan terdakwa. Ia harus bolak-balik Jakarta-Solo dengan menyandang status yang membuat nama baiknya hancur. Setelah bertarung di pengadilan, Nenek Noer bisa membuktikan bahwa sangkaan dan dakwaan itu tidak benar adanya. Nenek Noer dinyatakan lepas baik di PN Surakarta atau di kasasi. Atas hal itu, nenek Noes menggugat Polri.

“Jadi ini kita tuntut itu para tergugat untuk membayar ganti rugi materil 100 juta dan imaterilnya Rp 3 miliar,” ucap Rusdianto.

Humas PN Jaksel, Made Sutrisna menjelaskan bukti tiket pesawat yang akan dibuktikan adalah bukti tiket pesawat dari Jakarta ke Solo. Sebab Noes tinggal di Jakarta dan harus ke Solo untuk sidang.
“Ganti rugi materil Rp 100 juta berupa transportasi Solo- Jakarta dan biaya lainnya selama Juni 2013 sampai Desember 2014,” ucap Made.

Kuasa hukum Polri usai sidang segera bergegas meninggalkan area pengadilan saat hendak dikonfirmasi. Sidang akan dilanjutkan lagi pekan depan. (dtk/R)