DaerahPeristiwa

Pekerjaan Irigasi Pammukkulu Tak Diselesaikan, Sawah di Polsel Terancam

TAKALAR – Pekerjaan pembangunan jaringan irigasi yang nilai kontraknya mencapai angka Rp29, 8 Miliar lebih di dua kecamatan yakni  Polongbangkeng Selatan (PolSel) – Mangngarabombang (Marbo) tengah mengancam area persawahan. Pasalnya, pihak kontraktor sengaja meninggalkan pekerjaan dalam bentuk galian saja.

Padahal menurut kabar, proyek yang dibiayai APBN ini sudah dikerjakan pihak kontraktor PT.Jaya Etika Beto sebagian atau menyisakan bengkalai pekerjaan kurang lebih 3 km.
Warga di PolSel mengeluhkan dan was-was terhadap suplai air yang memungkinkan terhambat dan bahkan ancaman abrasi pematang irigasi saat musim hujan.

“Kondisi proyek sangat merugikan karena menghambat suplai air jika tidak dituntaskan, bahkan terancam abrasi pematang irigasi saat musim hujan tiba,” ungkap warga di PolSel, Dg Rate.

Warga lainnya di Bulukkunyi, Daeng Rongrong bersama warga tani lainnya meminta ke pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum ada kejadian serius. “Kami berharap, kontraktor secepatnya menyelesaikan pekerjaannya,” pintanya.

Sementara pihak kontraktor PT. Jaya Etika Beto yang berusaha dimintai konfirmasinya masih belum memberikan jawaban.

“Kita berharap, pihak terkait maupun aparat penegak hukum melirik dan menyelidiki persoalan proyek irigasi yang terkesan ditinggalkan ini sebagai bentuk peduli terhadap kepentingan masyarakat luas,” harap warga di Polsel.     (c/rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *