Pondok MQ Lassang Konsisten “Anggaran Digunakan Sesuai Posnya”

Mencuatnya kepermukaan kabar ketida-fairan sistim dalam lingkup Pesantren Mahyajatul Qurra (MQ) Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut) disikapi serius pihan Pondok “Tidak benar yang dikabarkan baik sumbernya dari warga, maupun dari orang tua santri”

POLUT – Kabar tak sedap yang digelontorkan warga Lassang dan orang tua santri terhadap kinerja Pondok MQ tak sepenuhnya benar dan terkesan fitnah. Namun pihak Pondok melalui Humasnya, Hattajar, S.Pd.I Dg Ngemba juga tidak sepenuhnya menyalahkan dengan kedewasaan dan profesionalsme kerjanya. “Pendidikan akhlak, itu garis utama,” katanya.

Selaku Humas, pihaknya menganggap kalau adanya muncul masalah meskipun lahir dari kesalah-pahaman baik sumbernya dari warga sekitar pondok maupun ortu santri,  ini merupakan dinamika  perjalanan pondok dalam mendidik generasi muda untuk memperbaiki akhlak para santri. “Kami berharap, lewat klarifikasi semua persoalan yang terlanjut terpublish bisa mengembalikan nama baik pondok baik didalam maupun diluar pondok,” tulis Hattajar via klarifikasinya di trialief.

Hattajar menjelaskan, menanggapi pemberitaan tersebut perlu saya klarifikasi terkait biaya awal tahun yang dibayarkan oleh santri yang totalnya Rp. 2,2 juta, bukan Rp2,8 juta. Dan Jumlah Rp.2,2 juta itu termasuk biaya pemondokan santri dan biaya kegiatan santri selama satu tahun.

Dan perlu diketahui, pendidikan pondok pesantren tentu beda dengan sekolah umun, ada kegiatan di pondok yang harus dibiayai dengan dana dari santri itu sendiri terlepas dari kegiatan formal yang dibiayai dari dana yang bersumber dari dana bos sekolah.

“Kami selalu menyampaikan kepada para wali santri agar kiranya paham degan segalah sesuatunya sesuai aturan yang ada di Pondok, karena mendidik para santri tentu banyak membutuhkan biaya. Olehnya itu baik masyarakat yang dekat dengan pondok maupun wali santri tentu harus mendukung program dari pondok .

“Kami harap kedepannya, jika ada permasalahan seperti ini alangkah baiknya dibicarakan dengan baik dari pihak pengurus pondok agar tidak ada kesan fitnah antara pondok dan masyarakat sekitar,” imbuh Humas dengan lugas menyampaikan kalau keseluruhan dana baik dalam bentuk bantuan maupun anggaran lainnya digunakan sesuai posnya. (rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *