Soal Tambang di Bontonompo, Polres Gowa Baru Bersikap Kalau di Demo….?

Aktivitas tambang galian C yang menurut penyidik di Polres Gowa merupakan aksi pengrusakan lingkungan terancam hukuman 2 tahun lebih penjara. Itu dituangkan dalam berita acara pemeriksaan salah satu pelaku tambang yang lokasinya di Desa Tanrara, Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel).

SUNGGUMINASA – Kesan tebang pilih penyegelan dan penangkapan pelaku (pengusaha tambang illegal red.) yang dipertontonkan kepolisian di Gowa khususnya para pebisnis pasir di kecamatan Bontonompo baik Utara maupun Selatan sudah tak lagi rahasia ditengah kehidupan masyarakat. Bahkan tudingan ‘main mata’ antar petugas dengan para pelaku tambang juga menjadi topic bicara di tengah masyarakat saat membicarakan perihal tambang.

“Bagaiamana tidak merajalela penambang kalau petugasnya diam dan terkesan tutup mata terhadap aktivitas para penambang. Kenapa, mungkin karena dienakkan,” ungkap warga di Bontonompo yang mengaku tak lagi percaya dengan petugas yang hanya menindaki penambang tak berkontribusi seperti kejadian di Desa Tanrara.

Alhasil, hari ini, Sabtu (31/7), Nampak jalanan poros Desa Manjapai – Kalase’rena Nampak sangat sepi dari lalu-lalang truk angkutan pasir. Udarapun terasa sangat segar karena tidak dikotori debu yang bersumber dari armada mobil pengangkut pasir. “Tambang berhenti sementara pak karena Polres di Demo kemarin,” kata warga yang domisilinya dilintas armada angkutan Passallangang-Bategulung.

Dilain pihak, Komunitas Aksi yang melakukan unjuk rasa depan Mapolres Gowa Jum’at kemarin menyampaikan kalau dirinya yang bergabung di Aliansi Pemuda Pemerhati Lingkungan  meminta DPRD Kabupaten Gowa segera memanggil Kasatpol PP , PTSP Dan Dinas Lingkungan Hidup serta melibatkan Polres Gowa untuk segera meninjau lokasi Tambang ilegal Galian (C) di  Kecamatan Bontonompo.

Tak tanggung, para pengunju rasa mendesak Kapolres Gowa segera menangkap pelaku tambang ilegal khususnya di Manjapai yang di kelola H. Mansyur, Dg Linrung, Dg Tangnga dan Dg Bunga. “Saya heran dengan kinerja Polres Gowa, karena selama ini persoalan tambang di Kecamatan Bontonompo baik Utara maupun Selatan sudah tak terhitung kalinya terpublish dan ramai di media social (medsos), tapi tak ada sikap. Sekarang baru kutahu, Polres baru bergerak kalau di demo, ini petunjuk masa depan bagi generasi untuk lebih pro-aktif,” pungkas Pengurus Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) di trialief pagi tadi.   (rd)